OPTIMALISASI SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENGELOLAAN MODAL KERJA UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS HALALAN THOYYIBAN PADA USAHA UMKM KERUPUK KEMPLANG PALEMBANG

Sumber daya manusia (SDM) menjadi pelaku utama dalam mengelola sumber daya lainnya, sehingga menjadi penentu dalam keberhasilan suatu organisasi. Dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), SDM sering ditemukan bersifat multifungsi yakni satu orang bisa menjalankan beberapa peran sekaligus produksi, keuangan, pemasaran. SDM dalam konteks UMKM merupakan seluruh individu yang terlibat dalam kegiatan usaha, baik pemilik, keluarga, maupun pekerja, yang berperan dalam mengelola, memproduksi, memasarkan, dan mengembangkan usaha. Permasalahan yang sering terjadi dalam UMKM adalah keterbatasan ketrampilan dan kompetensi, rendahnya pendidikan formal dan literasi digital, kurangnya pelatihan dan pengembangan SDM, manajemen personalia tidak terukur dan lain-lain. Pemilik usaha mempunyai peran yang paling utama dalam memajukan usahanya, agar UMKM lebih produktif dan kompetitif misalnya dengan pelatihan dan pendidikan, menerapkan digitalisasi SDM, kerjasama antar-UMKM, koperasi, dan lembaga pembinaan. Pengelolaan SDM yang baik akan meningkatkan daya saing, inovasi dan keberlanjutan usaha. Investasi dalam pengembangan SDM, akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan usaha.

Permasalahan lainnya yang dihadapi oleh UMKM adalah keterbatasan dalam mengelola modal kerja. Menurut Rufaidah (2023) fenomena yang sering terjadi UMKM di Indonesia masih ditemukan sistem pencatatan keuangan dan perencanaan kas yang kurang baik, sehingga sering mengalami kesulitan likuiditas. Pengelolaan modal kerja yang tepat akan membantu usaha mempertahankan keseimbangan antara aset lancar dan kewajiban lancar, sekaligus memastikan arus kas operasional tetap lancar. Pengelolaan modal kerja yang efektif sangat menentukan keberlanjutan dan profitabilitas UMKM. Strategi seperti perencanaan kas, manajemen piutang, dan pengendalian persediaan perlu dijalankan secara konsisten. Dukungan lembaga keuangan, edukasi keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital dapat membantu UMKM memperkuat manajemen modal kerja di era ekonomi modern.

Adapun strategi pengelolaan SDM sebagai berikut:

  1. Rekrutmen dan Seleksi Karyawan.

Pemilihan tenaga kerja atau karyawan tetap perlu memperhatikan kecocokan keterampilan dengan kebutuhan usaha sehingga tidak terjadi kelebihan penggunaan biaya operasional. Pentingnya pemilihan SDM berdasarkan latar belakang pendidikan yang dibutuhkan.

  1. Pelatihan dan Pengembangan.

Pemilik UMKM dapat memberikan pelatihan langsung, berbasis praktik, atau memanfaatkan pelatihan gratis. Sutrisno (2020) mendefinisikan pelatihan sebagai upaya yang dilakukan organisasi untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, serta kemampuan karyawan agar dapat melaksanakan tugas lebih efektif ”.

  1. Motivasi dan Kesejahteraan.

Motivasi merupakan pemberian dorongan kepada karyawan agar bekerja dengan segala kemampuan secara maksimal. Motivasi ini dapat berupa insentif, suasana kekeluargaan antara pemilik usaha dan karyawan, dan fleksibilitas jam kerja.

  1. Pengelolaan Kinerja
  2. Pembagian Tugas dan Fleksibilitas
  3. Pengembangan Kepemimpinan Pemilik UMKM
  4. Retensi dan Pengurangan Turnover